Ulasan Detail Mengenai Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer

Macam-Macam Topologi Jaringan
BILKONET - Ulasan Detail Mengenai Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer. Di artikel kali ini, BILKONET akan memberikan penjelasan detail mengenai topologi jaringan komputer. Artikel ini merupakan artikel lanjutan dari artikel sebelumnya, Pengertian Dan Macam-Macam Jaringan Komputer Terlengkap. Untuk dapat memahami artikel ini, ada baik nya anda baca terlebih dahulu artikel BILKONET sebelumnya tentang jaringan komputer. Berikut adalah artikel BILKONET tentang topologi jaringan :

Seperti yang sudah disebutkan dalam artikel BILKONET sebelumnya bahwa berdasarkan topologi nya, jaringan komputer dibagi menjadi enam macam yaitu Topologi Bus, Topologi Star,  Topologi Mesh,  Toplogi Tree, Topologi Ring, Topologi Linier. Berikut penjelasan masing-masing tentang ke-enam topologi tersebut.

1. Topologi Bus

Topologi Bus
Apabila dibandingkan dengan jenis topologi lainnya, Topologi bus dapat dibilang topologi yg paling sederhana.Topologi bus hanya menggunakan satu buah kabel yakni kabel ber-tipe coaxial di sepanjang node client. Yang mana ujung-ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan "T-Connector" yang merupakan kabel end to end. Instalasi jaringan Bus pun bisa dibilang sederhana dan murah dalam sisi biaya, namun pada topologi jenis ini tidak bisa lebih 7 komputer. Kesulitan yang paling sering dihadapi adalah terjadinya "tabrakan data"  dan apabila salah satu node putus, akan menyebabkan terganggu nya kinerja dan trafik seluruh host yang ada di jaringan ini.

A. Ciri-Ciri Topologi Bus
Topologi Bus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Teknologi lama.
  • Setiap komputer di dalam jaringan Bus tidak terhubung secara langsung dengan komputer maupun devices lain dalam jaringan tersebut. Semua komputer maupun devices pada jaringan BUS saling terhubung dengan menggunakan satu kabel tunggal.
  • Kabel jenis coaxial adalah kabel yang digunakan untuk topologi ini.
  • Di ujung-ujung kabel utama pada topologi Bus dipasang sebuah alat yang disebut terminator yang fungsinya untuk menghentikan sinyal agar tidak berbalik arah kembali ke sisi ujung lainnya.
  • Apabila terjadi error, sulit untuk melakukan pelacakan masalah.
  • Apabila terjadi pengiriman data dari satu komputer ke komputer lainnya dalam jaringan tersebut, seluruh komputer yang terhubung ke jaringan dapat mengetahui bahwa sedang ada proses pengiriman data. Namun,data yang dikirimkan hanya sampai ke komputer yang dituju saja.
  • Jika kabel utama putus atau terjadi kerusakan, maka seluruh komputer tidak dapat saling berkomunikasi satu sama lain.

B. Kelebihan Topologi Bus
Topologi Bus memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :
  • Skema kabel yang sederhana
  • Biaya yang digunakan untuk instalasi dan penerapan jaringan relatif lebih murah dibandingkan topologi jaringan lain nya
  • Pemasangan atau instalasi nya pun tergolong cukup mudah untuk dilakukan

C. Kekurangan Topologi Bus
Topologi Bus memiliki kekurangan-kekurangan sebagai berikut :
  • Jika terjadi masalah, sulit untuk melakukan troubleshooting
  • Dikarenakan hanya ada satu kabel yang dijadikan sebagai jalur utama, topologi jenis ini sulit untuk dikembangkan atau diubah
  • Sangat bergantung pada satu kabel utama, jika kabel tersebut putus maka seluruh lalu lintas data pada jaringan tersebut akan mengalami gangguan.
  • Hanya bisa diterapkan pada jaringan berskala kecil saja. 


 2. Topologi Star

Topologi Star
Topologi ini dinamakan topologi star dikarenakan susunan perangkat-perangkat di dalam nya terpusat pada satu titik. Meskipun namanya topologi bintang, bukan berarti bentuk susunan nya harus berbentuk bintang. Ciri utama dari topologi jaringan jenis ini adalah penggunaan konsentrator, bisa berupa hub, switch atau router. Fungsi konsentrator di topologi ini adalah sebagai penghubung satu komputer ke komputer lain nya. Selain itu, konsentrator juga berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dari komputer untuk kemudian diteruskan ke komputer lain yang terhubung ke konsentrator tersebut.

A. Ciri-Ciri Topologi Star
Topologi Star memiliki ciri / karakteristik sebagai berikut :
  • Tiap-tiap host atau komputer di jaringan ini tersambung melalui satu buah alat konsentrator.
  • Pada jaringan berkabel, konsentrator tersebut adalah switch atau hub. Sedangkan pada jaringan nirkabel , yang berperan sebagai konsentrator adalah access point.
  • Masing-masing komputer memiliki koneksi fisik ke alat konsentrator.
  • Komputer yang lain tidak akan terganggu atau terkena dampak apabila terjadi masalah koneksi pada salah satu komputer.
  • Setiap data yang dikirimkan oleh komputer pengirim akan melewati konsentrator terlebih dahulu sebelum sampai pada komputer yang dituju.
 
B. Kelebihan Topologi Star
Topologi Star memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :
  • Penambahan maupun pengurangan host atau komputer dapat dilakukan dengan mudah.
  • Mudah dalam troubleshooting apabila terjadi masalah.
  • Cukup mudah dalam pemasangan atau instalasi nya.
  • Masalah pada salah satu koneksi tidak akan berdampak pada keseluruhan jaringan.
  • Memiliki ketahanan yang baik terhadap lalu lintas yang tinggi.
  • Tingkat keamanan yang terbilang cukup tinggi.

C. Kekurangan Topologi Star
Topologi Star memiliki kekurangan-kekurangan sebagai berikut :
  • Koneksi yang terjadi bergantung pada performa konsentrator (hub,switch)
  • Apabila terjadi kerusakan pada konsentrator (hub,switch), berdampak ke seluruh komputer yang terhubung ke konsentrator tersebut.
  • Penggunaan kabel yang boros.
  • Biaya cenderung lebih mahal apabila dibandingkan dengan topologi Bus 

 3. Topologi Mesh

Topologi Mesh
Topologi Mesh juga biasanya disebut topologi jala, hal ini mungkin karena skema jarigan topologi mesh bentuk nya mirip seperti jala ikan. Pada topologi mesh, masing-masing perangkat saling terhubung secara langsung dengan perangkat lain tanpa ada 'perantara' seperti pada topologi star. Komunikasi pada topologi mesh berjalan dengan cepat dan umumnya topologi ini digunakan pada jaringan dengan skala yang tidak terlalu besar. Topologi jenis ini merupakan topologi yang jarang digunakan karna bisa dibilang 'boros' dalam penggunaan kabel. Dalam topologi mesh terdapat dua tipe yakni Tipe Full Connected dan Tipe Partial Connected . Pada Tipe Full Connected seluruh perangkat terhubung satu sama lain (seperti pada gambar ilustrasi diatas). Sedangkan pada Tipe Partial Connected, hanya sebagian perangkat saja yang terhubung satu sama lain, sedangkat perangkat sisanya hanya terhubung pada perangkat tertentu saja (tidak semua nya saling terhubung).

A. Ciri-Ciri Topologi Mesh
Topologi Mesh memiliki ciri / karakteristik sebagai berikut :
  • Kabel yang digunakan banyak.
  • Pada setiap komputer terdapat 2 atau lebih port Input/Output
  • Masing-masing komputer terhubung secara langsung dengan komputer lain nya.
  • Jalur koneksi pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2 dimana n adalah banyak nya komputer pada jaringan tersebut.
  • Tidak ada konsentrator seperti hal nya di topologi star
 
B. Kelebihan Topologi Mesh
Topologi Mesh memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :
  • Kecepatan transfer data tinggi karena masing-masing koneksi memiliki jalur nya sendiri.
  • Mudah melakukan troubleshooting apabila terjadi error.
  • Karena masing-masing komputer memiliki jalur sendiri-sendiri dengan komputer lain, maka tidak akan terjadi collision domain.
  • Masalah pada salah satu koneksi tidak akan berdampak pada keseluruhan jaringan.

C. Kekurangan Topologi Mesh
Topologi Star memiliki kekurangan-kekurangan sebagai berikut :
  • Memerlukan banyak kabel serta port Input/Output pada masing-masing komputer.
  • Tidak praktis.
  • Biaya yang relatif mahal.
  • Proses instalasi terbilang cukup rumit.

 

4. Topologi Tree

Topologi Tree
Topologi tree merupakan kombinasi karakteristik yang ada pada topologi star dan topologi bus. Topologi tree terdiri atas kumpulan beberapa topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus melalui kabel backbone. Masing-masing komputer dihubungkan ke hub/switch, dan masing-masing hub dihubungkan ke jalur backbone. Karena merupakan gabungan dari topologi bus dan topologi star, maka BILKONET tidak akan menjabarkan karakteristik, kelebihan dan kekurangan dari topologi Tree, anda bisa baca kembali pada bagian topologi bus dan topologi star.


5. Topologi Ring

Topologi Ring
Topologi Ring adalah topologi jaringan yang masing-masing komputer tersambung ke dua titik yang lainnya, sehingga jalur nya membentuk lingkaran yang menyerupai cincin. Topologi ini saat ini sudah tidsak banyak digunakan karena mempunyai kelemahan yang hampir sama dengan topologi bus. Selain itu, pengembangan jaringan dengan menggunakan topologi ring ini relatif sulit dilakukan. Pada topologi Ring semua komputer berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal di sepanjang sirkulasinya. Setiap komputer saling bekerja sama untuk menerima sinyal dari komputer sebelumnya setelah itu diteruskan ke komputer sesudahnya.

A. Ciri-Ciri Topologi Ring
Topologi Ring memiliki ciri / karakteristik sebagai berikut :
  • Sebah kabel backbone digunakan untuk transmisi data.
  • Kabel yang digunakan adalah kabel berjenis twisted pair.
  • Tiap ujung kabel backbone akan disambungkan dengan komputer pertama.
  • Pengiriman data menggunakan metode token passing scheme dan dilakukan secara bergantian pada satu arah saja.
  • Tidak ada pengiriman pesan ke alamat broadcast  
  • Tidak terjadi "banjir data" atau collision (tabrakan data).
 
B. Kelebihan Topologi Ring
Topologi Ring memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :
  • Simple dalam meng-implentasikan nya
  • Biaya cenderung murah
  • Performa jaringan relatif stabil

C. Kekurangan Topologi Ring
Topologi Ring memiliki kekurangan-kekurangan sebagai berikut :
  • Semakin banyak jumlah komputer dalam jaringan,pengiriman data akan semakin lambat.
  • Kerusakan pada salah satu komputer akan berdampak pada keseluruhan jaringan.
  • Tidak cocok digunakan untuk jaringan komputer berskala tinggi

 

6. Topologi Linier

Topologi Linier
Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer. Kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator). Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi hanya dapat terdiri dari 5 sampai 7 komputer.

A. Ciri-Ciri Topologi Linier
Topologi Linier memiliki ciri / karakteristik sebagai berikut :
  • Merupakan pengembangan dari topologi bus
  • Penggunaan kabel RJ 58 dan konektor BNC 
 
B. Kelebihan Topologi Linier
Topologi Linier memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :
  • Pengurangan atau Penambahan terminator (penamat) dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan
  • Mudah dikembangkan
  • Tata letak kabel sederhana
  • Tidak butuh kendali pusat
  • Membutuhkan sedikit kabel

C. Kekurangan Topologi Linier
Topologi Linier memiliki kekurangan-kekurangan sebagai berikut :
  • Isolasi dan deteksi kesalahan sangat kecil
  • Keamanan data yang kurang baik
  • Kepadatan lalu lintas cukup tinggi
  • Diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.
  • Bila jumlah pemakai bertambah kecepatan akan menurun



Cukup sekian artikel BILKONET tentang macam-macam topologi jaringan komputer, semoga artikel ini dapat membantu dan menambah wawasan kita semua . Apabila ada yang ingin ditanyakan, silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan .
Terimakasih - BILKONET
Previous
Next Post »
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :